Senin, 12 Desember 2016 Hari Biasa Pekan III Adven

Senin, 12 Desember 2016
Hari Biasa Pekan III Adven

Saya tidak mampu melakukan hal-hal besar, tapi saya ingin melakukan segala sesuatu, bahkan hal-hal terkecil sekalipun, untuk kemuliaan Allah yang lebih besar.  (St. Dominico Savio)


Antifon Pembuka (Bdk. Yer 31:10; Yes 35:4)

Dengarkanlah sabda Tuhan, hai para bangsa, dan wartakanlah sampai ke ujung bumi: Janganlah takut! Lihatlah, Penebus kita datang.

 
Hear the word of the Lord, O nations; declare it to the distant lands: Behold, our Savior will come; you need no longer fear.
 
   
Doa Pagi
   
Allah Bapa sumber cahaya iman, dengarkanlah kiranya dengan rela doa-doa kami. Terangilah kegelapan hati kami dengan rahmat Putra-Mu yang datang mengunjungi kami. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami,  yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bileam yang selalu hidup di hadirat Allah menubuatkan tampilnya seorang raja dari suku Yakub yang akan memerintah Israel. Dia akan menghancurkan semua suku Moab dan suku-suku dari anak Set. 
  
  Bacaan dari Kitab Bilangan (24:2-7.15-17a)       
   
"Sebuah bintang terbit dari Yakub."
   
Pada waktu itu Bileam memandang ke depan, dan ia melihat orang Israel berkemah menurut suku mereka. Maka Roh Allah menghinggapi dia. Lalu ia mengucapkan sanjak, katanya, “Inilah tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya; tutur kata orang yang mendengar firman Allah, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa sambil rebah, namun dengan mata tersingkap. Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, dan tempat-tempat kediamanmu, hai Israel! Laksana lembah yang membentang luas, laksana taman di tepi sungai, laksana pohon gaharu yang di taman Tuhan, laksana pohon ara di tepi air. Seorang pahlawan tampil dari wangsanya memerintah bangsa yang tak terbilang banyaknya. Rajanya akan naik tinggi melebihi Agag, dan kerajaannya akan dimuliakan.” Kemudian diucapkannya lagi sanjaknya, “Inilah tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya, tutur kata orang yang mendengar firman Allah, dan yang memperoleh pengenalan akan Yang Mahatinggi, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa, sambil rebah, namun dengan mata tersingkap. Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang. Aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat: sebuah bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel; ia meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 4/4, PS 845
Ref. Tuhan adalah kasih setia, bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya
Ayat. (Mzm 25:4bc-5ab.6-7c.8-9)
1. Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.
2. Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. Dosa-dosaku pada waktu muda, dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu.
3. Tuhan itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.

Bait Pengantar Injil, do = c, PS 954
Ref. Alleluya
Ayat. (Mzm 85:8)
Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu ya Tuhan, dan berilah kami keselamatan-Mu.
    
Karena imam-imam kepala dan pemuka-pemuka bangsa Yahudi tidak tahu dari mana pembaptisan Yohanes maka Yesus pun tidak mau mengatakan dari mana kuasa yang Dia peroleh itu. 
 
  Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (21:23-27)
   
"Dari manakah pembaptisan yang diberikan Yohanes?"
      
Pada suatu hari Yesus masuk ke bait Allah. Ketika Ia sedang mengajar, datanglah imam-imam kepala dan pemuka-pemuka bangsa Yahudi kepada-Nya; mereka bertanya, “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?” Jawab Yesus kepada mereka, “Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu, dan jika kalian memberi jawabannya, Aku pun mengatakan kepada kalian dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Nah, dari manakah pembaptisan yang diberikan Yohanes? Dari surga atau dari manusia?” Mereka lalu berunding satu sama lain, “Jika kita katakan, ‘Dari surga’, Ia akan berkata kepada kita, ‘Kalau begitu, mengapa kalian tidak percaya kepadanya?’ Tetapi jika kita katakan, ‘Dari manusia’, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes itu nabi.” Mereka lalu menjawab, “Kami tidak tahu.” Maka Yesus pun berkata kepada mereka, “Jika demikian, Aku pun tidak mau mengatakan kepada kalian dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan 


 
Kita yang telah membaca banyak informasi tentang Yesus pasti tidak akan kesulitan menjawab pertanyaan-pertanyaan imam-imam kepala dan pemuka-pemuka bangsa Yahudi. Justru dengan demikian kita semakin diteguhkan akan ke-Allah-an Yesus yang penuh dengan wibawa dan kuasa.    
     
Antifon Komuni (Mzm 105:4-5; Yes 38:3)
   
Datanglah, ya Tuhan, kunjungilah kami dengan damai-Mu, agar kami sebulat hati bersukacita di hadapan-Mu.  
 
 
RUAH
 
 

Minggu, 11 Desember 2016 Hari Minggu Adven III

Minggu, 11 Desember 2016
Hari Minggu Adven III
 
Engkau telah berkenan kepada tanah-Mu, ya TUHAN, telah memulihkan keadaan Yakub. -- Mzm 85:2
    
Kapel Salib Suci, CatholicTV.
   

   
Antifon Pembuka (Flp 4:4-5)

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan. Sekali lagi kukatakan: bersukacitalah! Sebab Tuhan sudah dekat.

Rejoice in the Lord always; again I say, rejoice. Indeed, the Lord is near.
       

Gaudete in Domino semper: iterum dico, gaudete: modestia vestra nota sit omnibus hominibus: Dominus prope est. Nihil solliciti sitis: sed in omni oratione petitiones vestrae innotescant apud Deum.  

  
Doa Pagi

Ya Allah, pandanglah umat-Mu, yang dengan tekun menantikan perayaan kelahiran Putra-Mu. Bantulah kami agar kami bersukacita karena keselamatan yang seagung itu, dan dengan riang-ria merayakannya dalam ibadat yang meriah. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
  
    
Bacaan dari Kitab Yesaya (35:1-6a.10) 
"Tuhan sendiri datang menyelamatkan kamu."
 
Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorai dan berbunga. Seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai! Kemuliaan Libanon, semarak Karmel dan Saron, akan diberikan kepadanya. Orang akan melihat kemuliaan Tuhan, semarak Allah kita. Kuatkanlah tangan yang lemah lesu, dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati, “Kuatkanlah hatimu, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan membawa pembalasan dan ganjaran. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!” Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka; orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai. Pada waktu itu orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sementara sukacita abadi meliputi mereka. Kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 4/4, PS 802
Ref. Bangkitkanlah, ya Tuhan, kegagahan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
Ayat. (Mzm 146:7.8-9a.9b-10; R: Yes 35:4)
1. Dialah yang menegakkan keadilan bagi orang yang diperas, dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung. Dia tetap setia untuk selama-lamanya.
2. Tuhan membuka orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk, Tuhan mengasihi orang-orang benar. Tuhan menjaga orang-orang asing.
3. Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-menurun.

Bacaan dari Surat Rasul Yakobus (5:7-10)

"Teguhkanlah hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat."
 
Saudara-saudara, bersabarlah sampai kedatangan Tuhan, seperti petani yang menantikan hasil tanahnya yang berharga: Ia sabar sampai turun hujan musim gugur dan hujan musim semi, demikian kamu pun harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Ingatlah, Hakim telah berdiri di ambang pintu. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/2, PS 951
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yes 61:1; 2/4)
Roh Tuhan menaungi aku; Aku diutus-Nya menyampaikan warta gembira kepada kaum papa.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (11:2-11)
   
"Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?"
   
Sekali peristiwa Yohanes Pembaptis yang berada di penjara mendengar tentang pekerjaan Kristus. Lalu ia menyuruh murid-muridnya bertanya kepada Yesus, “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Yesus menjawab mereka, “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Berbahagialah orang yang tidak sangsi dan tidak menolak Aku.” Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak tentang Yohanes, “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih daripada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau! Ia akan mempersiapkan jalan di hadapan-Mu. Aku berkata kepadamu: Camkanlah, di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Namun demikian, yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar daripada Yohanes.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
 
Renungan
         
Tidak gampang menjelaskan sesuatu yang ada di dunia ini. Di bawah matahari bisa terdapat gelap, di dalam gelap bisa terdapat terang. Dalam relasi yang dekat bisa jauh dan yang jauh bisa dekat. Dalam dunia hukum dan politik yang salah bisa benar dan yang benar bisa salah. Itulah kehidupan. Itulah salib kebenaran. Itulah kehebatan manusia dan keterbatasannya. Itulah kemampuan akal dan kelemahannya. Untuk itu nabi bernubuat. Untuk itu Yesus datang. Untuk itu rasul dipilih dan diutus. Untuk itu kita dibaptis (ingat janji baptis). Dan untuk itulah kita beriman. Karena terang budi kita terbatas, tetapi terang iman tanpa batas.

Masa Adven adalah masa penantian dan persiapan kelahiran iman yang baru. Menanti mengajak kita bersabar dalam keheningan. Bersabar seperti petani menantikan hujan turun dan musim panen siap dituai (Yak 5,7). Bersiap mengajak kita untuk membenahi dan memantaskan diri dengan cara masuk dalam keheningan batin. Sebab buah dari keheningan adalah doa dan buah dari doa adalah pencerahan dari Tuhan. Inilah pencerahan yang diberikan Tuhan lewat nabi Yesaya. Tuhan akan menguatkan tangan yang lemah dan lutut yang goyah. Tuhan akan meneguhkan yang tawar hati dan memberi ganjaran pada yang percaya. Tuhan akan menunjukkan karya penyembuhan, si buta dicelikkan, si lumpuh dibuat melompat, si tuli mendengar dan si bisu berbicara. Intinya, Tuhan memberikan pencerahan, supaya kita bisa melihat dengan jelas rencana-Nya atas hidup kita.

Rencana Tuhan berawal dan berakhir indah pada waktunya. Mazmur mendendangkan agar kita percaya bahwa hanya Allah satu-satunya penolong, bukan salah satunya. Karya penyembuhan atau mukjizat apapun yang terjadi, itu hanyalah salah satu cara yang dilakukan Tuhan agar kita percaya bahwa Dia berkuasa atas melihat mukjizat atau karena mengalami kesembuhan. Tuhan mau kita percaya dengan yang tertulis dalam Kitab Suci (tak kenal Kitab Suci tak kenal Tuhan) dan yang diwartakan oleh para nabi. Selain belajar dari Yesus, kita juga hendaknya belajar dari para tokoh yang dipilih Tuhan menjadi pelaku dan pendengar setia firman, yaitu Yohanes yang meluruskan hatinya supaya bisa meluruskan jalan bagi Tuhan.

Pesan Injil hari ini adalah: 1) Tajamnya silet, masih lebih tajam lidah manusia. Karena itu, gunakan lidah yang tajam untuk wartakan kebenaran Injil. Yesus berkata: 'Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat'. Sekarang, mari kita gunakan ketajaman lidah dan ketajaman firman untuk menusuk keraguan dan ketidakpercayaan semua orang. 2) Besarnya cinta, masih lebih besar nafsu manusia. Tetapi kuasa Tuhan bisa mengubah semua yang ada dalam diri manusia. Daud yang kecil bisa mengalahkan Goliat yang besar bukan karena kekuatan fisiknya, tetapi karena Daud yakin bahwa Allah beserta dia. Inilah kekuatan Yohanes sang perintis jalan Tuhan. Dia yang melakukan kehendak Tuhan, dialah yang terbesar. Kita semua diutus untuk tugas yang sama. Sudahkah kita melakukan tugas kesaksian sebagai orang Katolik dengan berjiwa besar? 3) Siapakah Yesus bagiku? Apakah kita sungguh mengenal Yesus atau sekadar mengenang Dia yang pernah ada? Sering terjadi, seringannya kapas atau angin, masih lebih ringan langkah manusia untuk meninggalkan atau melupakan Tuhan. Tuhan sering menjadi salah satu bagian kecil dari hidup kita. Tuhan sering kita lupakan kalau kita bekerja atau senang. Tuhan mudah kita tinggalkan ketika ada pilihan antara Dia dan dia. Tuhan bukanlah kenangan masa lalu dan harapan masa depan.
(Rm. Kartolo Malau, O.Carm / RUAH
  
Antifon Komuni (bdk. Yes 35:4)

Katakanlah kepada yang tawar hati: Tabahkanlah hatimu dan jangan takut. Lihatlah, Tuhan akan datang menyelamatkan kita.

Say to the faint of heart: Be strong and do not fear. Behold, our God will come, and he will save us.

Dicite: Pusillanimes confortamini, et nolite timere: ecce Deus noster veniet, et salvabit nos
 
 

Sabtu, 10 Desember 2016 Hari Biasa Pekan II Adven

Sabtu, 10 Desember 2016
Hari Biasa Pekan II Adven

“Dalam Gereja kita mendapatkan kesucian oleh karena rahmat Tuhan.” (Lumen Gentium 48)

Antifon Pembuka (Mzm 79:4.2)

Datanglah, ya Tuhan, tampakkanlah wajah-Mu, maka selamatlah kami.

Come and show us your face, O Lord, who are seated upon the Cherubim, and we will be saved.

Doa Pagi

Allah Bapa Mahakuasa, terbitkanlah cahaya kemuliaan-Mu dalam hati kami dan usirlah kegelapan malam. Semoga pada saat Putra-Mu datang, nyatalah kami ini putra-putri cahaya. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Nabi Elia dipuji karena perkataannya yang dahsyat dan mukjizat-mukjizat yang dilakukannya. Tak ada yang menyamai Elia. Dialah yang memulihkan suku Yakub.

Bacaan dari Kitab Putra Sirakh (48:1-4.9-11)
   
   
"Elia akan datang lagi."
  
Dahulu kala tampillah Nabi Elia bagaikan api. Perkataannya membakar laksana obor. Dialah yang mendatangkan kelaparan atas orang Israel, dan karena geramnya, jumlah mereka dijadikannya sedikit. Atas firman Tuhan langit dikunci olehnya dan api diturunkannya sampai tiga kali. Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mukjizatmu! Siapa dapat memegahkan diri sama dengan dikau? Dalam olak angin berapi engkau diangkat, dalam kereta dengan kuda berapi. Engkau tercantum dalam ancaman-ancaman tentang masa depan untuk meredakan kemurkaan sebelum meletus, untuk mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub. Berbahagialah orang yang telah melihat engkau, dan yang meninggal dalam kasih.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 802
Ref. Bangkitkanlah, ya Tuhan, kegagahan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
Atau: Ya Allah, pulihkanlah kami. Buatlah wajah-Mu bersinar, maka selamatlah kami.
Ayat. (Mzm 80:2ac.3b.15-16.18-19; R: lh4)
1. Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, Engkau yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar. Bangkitkanlah keperkasaan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
2. Ya Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!
3. Kiranya tangan-Mu melindungi orang yang ada di sebelah kanan-Mu, anak manusia yang telah Kauteguhkan. Maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu. Biarkanlah kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu.

Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Lukas 3:4.6)
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.
 
Yesus menegaskan kepada murid-murid-Nya bahwa Elia sudah datang tetapi orang tidak menerima dia. Malah mereka memperlakukannya sewenang-wenang.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (17:10-13)
  
"Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia."
    
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya turun dari gunung, para murid bertanya kepada-Nya, “Mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?” Yesus menjawab, “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu. Dan Aku berkata kepadamu, Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian pula Anak Manusia akan menderita oleh mereka.” Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
 

Nubuat tentang kehadiran Elia untuk kedua kalinya mewarnai sejarah Israel. Mereka mengingat bahwa kedatangan kedua Elia tersebut adalah kedatangan untuk mengarahkan umat Israel menuju pada perubahan. Yesus menyatakan bahwa nubuat tersebut sudah hadir dalam diri Yohanes Pembaptis yang terus menerus menyerukan pertobatan bagi Israel dan memimpin mereka untuk menyambut kedatangan Mesias yang akan memulihkan Israel.

Antifon Komuni (Bdk. Why 22:12)

Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.

Behold, I am coming soon and my recompense is with me, says the Lord, to bestow a reward according to the deeds of each.

Doa Malam

Tuhan Yesus, bimbinglah kami dan buatlah kami mampu untuk memahami kehendak-Mu dalam hidup kami. Semoga kami rajin menjalin relasi dengan-Mu, melibatkan Engkau dalam seluruh hidup kami. Biarlah kami menyerahkan diri dan berpasrah hanya kepada-Mu. Amin.


RUAH