| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

CARI RENUNGAN

>

Sabtu, 30 Januari 2010 Hari Biasa Pekan III

Sabtu, 30 Januari 2010
Hari Biasa Pekan III

Angin dan danau pun taat kepada Yesus

Doa Renungan

Allah Bapa kami yang mahakuasa dan kekal, hanya kepada-Mulah kami percaya dan berserah. Banyak hal yang akan kami jumpai dalam kehidupan dan mungkin tidak semuanya baik. Namun, bersama-Mu Tuhan, aku percaya akan dapat melalui semuanya itu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Bacaan Pertama

Pembacaan dari Kitab Kedua Samuel (12:1-7a.10-17)

"Daud mengaku telah berdosa kepada Tuhan."

Pada waktu itu Daud melakukan yang jahat di hadapan Allah; ia mengambil isteri Uria menjadi isterinya; maka Tuhan mengutus Natan kepada Daud. Natan datang kepada Daud dan berkata kepadanya, “ Ada dua orang dalam suatu kota , yang seorang kaya, yang lain miskin, si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi; si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain seekor anak domba betina yang masih kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar bersama dengan anak-anak si miskin, makan dari suapannya, minum dari cawannya, dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya. Pada suatu hari orang kaya itu mendapat tamu, ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing domba atau lembunya untuk dimasak bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Maka ia mengambil anak domba yang betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu.” Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan, “Demi Tuhan yang hidup, orang yang melakukan itu harus dihukum mati. Anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena orang yang melakukan hal itu tidak kenal belas kasihan.” Kemudian berkatalah Natan kepada Daud, “Engkaulah orang itu! Beginilah sabda Tuhan, Allah Israel : ‘Pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.’ Beginilah sabda Tuhan: ‘Malapetaka yang datang dari kaum keluargamu sendiri akan Kutimpakan ke atasmu. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; dan orang itu akan tidur dengan isterimu di siang hari. Engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan.’ Lalu berkatalah Daud kepada Natan, “Aku sudah berdosa kepada Tuhan.” Dan Natan berkata kepada Daud, “Tuhan telah menjatuhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. Walaupun demikian, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati, karena dengan perbuatan itu engkau sangat menista Tuhan.” Kemudian pergilah Natan, pulang ke rumahnya. Tuhan mencelakakan anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit. Lalu Daud memohon kepada Allah bagi anak itu; ia berpuasa dengan tekun, dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman ia berbaring di tanah. Maka datanglah para tua-tua yang ada di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi Daud tidak mau, juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Ciptakanlah hati murni dalam diriku, ya Allah.
Ayat. (Mzm 51:12-13.14-15.16-17)
1. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
2. Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang durhaka, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
3. Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah penyelamatku, maka lidahku akan memasyhurkan keadilan-Mu! Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Solis. Demikian besar kasih Allah kepada dunia, sehingga Ia menyerahkan Anak-Nya yang tunggal. Setiap orang yang percaya kepada-Nya memiliki hidup abadi.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (4:35-41)

"Angin dan danau pun taat kepada Yesus."

35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." 36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. 37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. 38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" 39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. 40 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" 41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

Renungan

Waktu para murid berada dalam perahu, topan mengamuk dan mereka menjadi takut dan panik. Yesus menghardik angin ribut dan seketika itu juga redalah topan itu. Dari sini nyatalah bahwa Yesus berkuasa atas segala unsur alam ini. Sesungguhnya, Dia adalah Tuhan atas segala yang ada, Pencipta segala sesuatu, sebab Dialah Allah: ”Pada mulanya adalah Firman ... dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia”(Yoh 1: 1–3).

Yesus menegur para murid, mengapa takut. Seharusnya para murid tidak usah takut karena mereka bersama Yesus. Namun, waktu itu mereka belum sungguh-sungguh mengerti siapa Yesus itu. Sekarang kita lebih tahu siapa Yesus itu. Oleh karena itu, bila dalam mengarungi samudra kehidupan ini kita menjumpai angin badai, kita tak usah takut. Sebab, Yesus selalu beserta kita: ”Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman,” sabda Yesus (Mat 28:20).

Bapa Yang Mahakuasa dan Mahatahu, Engkau mengetahui segala sesuatu, Engkau dapat melakukan segala sesuatu, dan tangan-Mu selalu menuntun langkah-langkahku. Engkau turut bekerja dalam segala sesuatu untuk kebaikanku, karena Engkaulah ya

Bapa, yang lebih dahulu mengasihi aku dan selalu siap menolongku. Engkau juga tahu apa yang paling baik bagiku. Oleh karena itu, kuserahkan seluruh diriku, jiwa dan ragaku, mati dan hidupku, ke dalam tangan-Mu yang mahakuasa dan maharahim. Amin.


Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian

Bagikan

Jumat, 29 Januari 2010 Hari Biasa Pekan III

Jumat, 29 Januari 2010
Hari Biasa Pekan III

Doa Renungan

Allah Bapa kami yang mahabaik, syukur atas penyertaan-Mu dalam hidup kami. Engkau mempercayakan kepada kami rahmat demi rahmat yang berlimpah. Jangan biarkan kami disesatkan oleh ajaran-ajaran asing, namun hanya sabda-Mu sajalah yang menjadi penuntun langkah kami hari ini. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Kedua Samuel (11:1-4a.5-10a.13-17)

"Daud menghina Allah dengan mengambil istri Uria menjadi istrinya."

Pada pergantian tahun, raja-raja biasanya maju berperang. Pada waktu itu Daud menyuruh Yoab maju bersama orang-orangnya dan seluruh orang Israel . Mereka memusnahkan bangsa Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem. Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, ia berjalan-jalan di atas sotoh istana. Maka tampaklah kepadanya dari atas sotoh itu seorang wanita sedang mandi; wanita itu sangat elok rupanya. Lalu Daud menyuruh orang mengambil dia. Wanita itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Kemudian pulanglah wanita itu ke rumahnya. Lalu mengandunglah wanita itu, dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud: “Aku mengandung.” Lalu Daud mengirim utusan kepada Yoab mengatakan, “Suruhlah Uria, orang Het itu, datang kepadaku.” Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud. Ketika Uria masuk menghadap dia, bertanyalah Daud tentang keadaan Yoab dan tentara dan keadaan perang. Kemudian berkatalah Daud kepada Uria, “Pergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu.” Ketika Uria keluar dari istana, maka orang menyusul dia dengan membawa hadiah raja. Tetapi Uria membaringkan diri di depan pintu istana bersama hamba-hamba tuannya dan tidak pergi ke rumahnya. Maka diberitahukanlah kepada Daud demikian: “Uria tidak pergi ke rumahnya.” Keesokan harinya Daud memanggil Uria untuk makan dan minum dengannya dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring di tempat tidurnya, bersama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya. Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria. Ditulisnya dalam surat itu, demikian: “Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya supaya ia terbunuh mati.” Pada waktu Yoab mengepung kota Raba, ia menyuruh Uria pergi ke tempat yang diketahuinya ada lawan yang gagah perkasa. Ketika orang-orang kota itu keluar menyerang dan berperang melawan Yoab, gugurlah beberapa orang dari tentara, dari anak buah Daud; juga Uria, orang Het itu, mati.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 812
Ref. Kasihanilah ya Tuhan, Kaulah pengampun yang rahim, dan belas kasih-Mu tak terhingga.
Ayat. (Mzm 51:3-4.5-6a.6bc-7.10-11)
1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu, hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku dan tahirkanlah aku dari dosaku!
2. Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa, yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.
3. Maka, Engkau adil bila menghukum aku dan tepatlah penghukuman-Mu. Sungguh, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
4. Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bangkit menari-nari. Palingkanlah wajah-Mu dari dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Solis: Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (4:26-34)

"Kerajaan Surga seumpama orang yang menaburkan benih. Benih itu tumbuh, namun orang itu tidak tahu."

Pada suatu ketika Yesus berkata, “Beginilah halnya Kerajaan Allah: Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah. Malam hari ia tidur, siang hari ia bngun, dan benih itu mengeluarkan tunas, dan tunas itu makin tinggi! Bagaimana terjadinya, orang itu tidak tahu! Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkai, lalu bulir, kemudian butir-butir yang penuh isi pada bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.” Yesus berkata lagi, “Dengan apa hendak kita bandingkan Kerajaan Allah itu? Atau dengan perumpamaan manakah kita hendak menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil daripada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain, dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam rimbunannya.” Dalam banyak perumpamaan semacam itu, Yesus memberitakan sabda kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka. Tetapi kepada murid-murid-Nya, Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Perumpamaan tentang benih yang ditaburkan orang dan tumbuh dengan sendirinya menyatakan bahwa Kerajaan Allah di dunia pertama-tama adalah karya Allah. Dialah yang memberikan pertumbuhan dan buah-buah kepada benih tadi. Demikian pula karya Gereja pertama-tama adalah karya Allah, bukan karya manusia. Maka, perkembangan dan keberhasilan Gereja pertama-tama tergantung dari rahmat Allah yang harus senantiasa kita mohon, bukan dari metode evangelisasi yang canggih, sekalipun itu juga berguna, seperti kata Paus Paulus VI dalam Evangelii Nuntiandi: ”Teknik-teknik Evangelisasi, betapapun canggihnya, tidak akan berguna tanpa kuasa Roh Kudus.” Oleh karena itu, banyak rapat-rapat gerejani yang akhirnya hanya menghasilkan tumpukan kertas yang memenuhi lemari tanpa mengubah apa-apa.

Ada pula orang-orang Katolik, bahkan rohaniwan, yang mengangkat diri sebagai ”pembela keadilan”, namun yang hatinya dikuasai kebencian. Suatu ironi, dunia tidak akan bertambah baik, melainkan menjadikan permusuhan yang semakin hebat. Sebaliknya, Yesus mengubah dunia lewat pewartaan Kasih Allah yang mampu menyentuh dan mengubah hati manusia dan—akhirnya—lewat pengurbanan diri di salib, yang merupakan manifestasi kasih yang paling besar.

Ya Tuhan, berilah aku rahmat agar tidak hanya berbicara dan mengecam dengan kepahitan saja, melainkan agar aku mampu menyebarkan kasih-Mu yang mengubah dan memperbarui. Amin.

Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian


Bagikan

Kamis, 28 Januari 2010 Pw. St. Thomas Aquino

Kamis, 28 Januari 2010
Pw. St. Thomas Aquino


"Tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap".


Doa Renungan

Allah Bapa umat manusia, Engkau menuntun kami dalam perjalanan hidup kami dengan sabda Yesus Putera-Mu. Perkenankanlah Roh-Nya membuka hati kami terhadap orang-orang di sekitar kami, agar kami dapat saling membantu memenuhi lapar kami akan kebahagiaan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Kedua Samuel (7:18-19.24-29)

"Siapakah aku ini, ya Tuhan Allah, dan siapakah keluargaku?"

Pada waktu itu Nabi Natan menyampaikan sabda Allah kepada Daud. Sesudah mendengar seluruh sabda itu, masuklah Raja Daud ke dala kemudian duduk di hadapan Tuhan sambil berkata, "Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Tuhan ALLAH; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya Tuhan ALLAH. Engkau telah mengokohkan bagi-Mu umat-Mu Israel menjadi umat-Mu untuk selama-lamanya, dan Engkau, ya TUHAN, menjadi Allah mereka. Dan sekarang, ya TUHAN Allah, tepatilah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu. Maka nama-Mu akan menjadi besar untuk selama-lamanya, sehingga orang berkata: TUHAN semesta alam ialah Allah atas Israel; maka keluarga hamba-Mu Daud akan tetap kokoh di hadapan-Mu. Sebab Engkau, TUHAN semesta alam, Allah Israel, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, demikian: Aku akan membangun keturunan bagimu. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ini kepada-Mu. Oleh sebab itu, ya Tuhan ALLAH, Engkaulah Allah dan segala firman-Mulah kebenaran; Engkau telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu. Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab, ya Tuhan ALLAH, Engkau sendirilah yang berfirman dan oleh karena berkat-Mu keluarga hamba-Mu ini diberkati untuk selama-lamanya."
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya.
Ayat. (Mzm 132:1-2.3-5.11.12.13-14)
1. Ingatlah, ya Tuhan, akan Daud, dan akan segala penderitaannya. Ingatlah bagaimana ia telah bersumpah kepada Tuhan, dan telah bernazar kepada Yang Mahakuat dari Yakub.
2. Sungguh, aku tidak akan masuk ke dalam kemah kediamanku, dan tidak akan berbaring di ranjang petiduranku; aku tidak akan membiarkan mataku tertidur, atau membiarkan kelopak mataku terlelap; sampai aku mendapat tempat bagi Tuhan, kediaman bagi Yang Mahakuat dari Yakub.
3.Tuhan telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya: Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu; Jika anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku, dan pada peraturan yang Kuajarkan kepada mereka, maka selamanya anak-anak mereka akan duduk di atas takhtamu.
4. Sebab Tuhan telah memilih Sion, dan mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya; “Inilah tempat peristirahatan-Ku untuk selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat. Sabda-Mu adalah pelita bagi langkahku, dan cahaya bagi jalanku.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (4:21-25)

"Pelita dipasang untuk ditaruh di atas kaki dian. Ukuran yang kamu pakai akan dikenakan pula padamu."

21 Pada suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. 22 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. 23 Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" 24 Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.25 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.


Renungan

· Thomas Aquino dikenal sebagai teolog besar dalam Gereja; ia menyingkapkan ajaran-ajaran teologi yang berpengaruh dalam kehidupan beriman atau menggereja, maka kiranya ia sungguh menghayati sabda Yesus bahwa “tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap”. Ia memiliki kecerdasan dan kesucian yang terus difungsikan sehingga semakin bertambah dan mantap. Maka baiklah dengan ini kami mengajak dan mengingatkan kita semua untuk dengan rendah hati dan bersama-sama mengusahakan kecerdasan dan kesucian, agar kita juga mampu menyatakan apa-apa yang tersembunyi serta menyingkapkan aneka rahasia. Sebaliknya kami mengingatkan siapapun yang senang menyembunyikan sesuatu atau menyimpan rahasia yang mencelakakan orang lain untuk tidak takut menyatakan dan menyingkapkannya dengan segera daripada pada suatu saat dinyatakan dan disingkapkan orang lain, sehingga anda harus menanggung malu berkepanjangan. Ada pepatah “Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga”, maka serahasia apapun orang menyembuyikan sesuatu akhirnya akan terungkap atau tersingkap juga. Dengan ini kami mengajak kita semua untuk hidup jujur dan transparan. “Jujur adalah sikap dan perilaku yang tidak suka berbohong dan berbuat curang, berkata-kata apa adanya dan berani mengakui kesalahan, serta rela berkorban untuk kebenaran” (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka – Jakarta 1997, hal 17). Dengan hidup jujur kita juga akan diperkaya dalam berbagai keutamaan dan nilai-nilai kehidupan yang membahagiakan dan menyelamatkan.

· "Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Tuhan ALLAH; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya Tuhan ALLAH” (2Sam 7:18-19), demikian kata atau doa Daud kepada Tuhan. Dengan rendah hati Daud menyadari dan menghayati diri sebagai yang lemah dan rapuh di hadapan Tuhan, padahal ia adalah yang terpilih untuk menjadi raja. Doa semacam ini rasaya pada masa kini juga menjadi doa para uskup dan paus, orang-orang yang terpilih di dalam Gereja, dimana dalam doanya senantiasa menyatakan diri sebagai yang hina dina. Begitulah pernyataan orang terpilih dan suci, yang mempesona, menarik dan memikat banyak orang untuk datang kepadanya. Pengalaman dan pengamatan saya orang yang demikian itu, meskipun bukan pejabat tinggi, senantiasa didekati dan dimintai tolong orang lain dan yang bersangkutan dengan rela melayaninya. Bagi orang yang demikian ini juga berlaku sabda Yesus bahwa “siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi”, yang bersangkutan semakin diperkaya dalam berbagai hal karena semakin banyak melayani serta dengan rendah hati mendengarkan aneka dambaan, kerinduan, pengalaman, keluh kesah dst..dari yang dilayani. Maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan kita semua sebagai murid-murid atau pengikut Yesus untuk menghadirkan diri sedemikian rupa sehingga menarik, memikat dan mempesona banyak orang atau banyak orang senang mendatangi kita. Hendaknya tidak berhenti puas karena dikagumi dan dipuji, tetapi tidak dicintai; yang utama dan penting adalah dicintai sehingga siapapun tanpa terkecuali dapat dan boleh mendatangi kita. Demikianlah ada rumus kehidupan: semakin orang dengan rela dan terbuka melayani orang lain tanpa terkecuali, maka yang bersangkutan semakin diperkaya dengan berbagai ilmu kehidupan.

Ignatius Sumarya, SJ

Bagikan

Rabu, 27 Januari 2010 Hari Biasa Pekan III

Rabu, 27 Januari 2010
Hari Biasa Pekan III

SEORANG PENABUR KELUAR UNTUK PENABUR

Doa Renungan

Allah Bapa kami yang mahakuasa, sering kali kami mencari Engkau, tergerak oleh kepentingan kami sendiri. Tetapi Engkau hanyalah memberikan satu-satunya, ialah Yesus, Putera Manusia, rezeki kehidupan kekal. Kami mohon, bukalah mata hati kami, agar dapat memahami dan mengimani Dia. Sebab Dialah Tuhan pengantara kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Kedua Samuel (7:4-17)

"Aku akan membangkitkan keturunanmu dan Aku akan mengokohkan kerajaannya."

Waktu itu Raja Daud ingin mendirikan rumah bagi Tuhan. Maka datanglah Tetapi pada sabda Tuhan kepada Natan, demikian: "Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman Tuhan: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami? Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel dari Mesir sampai hari ini, tetapi Aku selalu mengembara dalam kemah sebagai kediaman. Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel, pernahkah Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan umat-Ku Israel, demikian: Mengapa kamu tidak mendirikan bagi-Ku rumah dari kayu aras? Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman Tuhan semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel. Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu, sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan Tuhan kepadamu: Tuhan akan memberikan keturunan kepadamu. Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya." Tepat seperti perkataan ini dan tepat seperti penglihatan ini Natan berbicara kepada Daud.
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Bagi dia Aku akan memelihara kasih setia-Ku untuk selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 89:4-5.27-28.29-30)
1. Engkau berkata, “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku hendak bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya dan membangun takhtamu turun temurun.
2. Dia pun akan berseru kepada-Ku, “Bapakulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku.” Aku pun akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi Yang Tertinggi di antara raja-raja bumi.
3. Untuk selama-lamanya Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia dan perjanjian-Ku dengannya akan Kupegang teguh. Aku akan menjamin kelestarian anak cucunya sepanjang masa dan takhtanya seumur langit.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Benih itu melambangkan sabda Allah, penaburnya ialah Kristus. Semua orang yang menemukan Kristus akan hidup selamanya.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (4:1-20)

"Seorang penabur keluar untuk menabur."

1 Pada suatu hari Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. 2 Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka: 3 "Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. 4 Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. 5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. 6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. 7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah. 8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat." 9 Dan kata-Nya: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" 10 Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu. 11 Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, 12 supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun." 13 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain? 14 Penabur itu menaburkan firman. 15 Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka. 16 Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, 17 tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad. 18 Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, 19 lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. 20 Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

Renungan

Tuhan tiada henti-hentinya mengundang manusia untuk datang kepada-Nya. Namun, manusia banyak berdalih, sombong, penuh prasangka dan karena itu, mudah disesatkan si iblis. Ada yang menerima Injil dengan gembira, tetapi tidak dipupuk dengan doa, pembacaan Kitab Suci, dan pengorbanan sehingga hidupnya tetap dangkal.

Ketika mengalami kesulitan, dengan mudah meninggalkan Injil. Yang lain lagi berusaha mengabdi dua tuan sekaligus: mendasarkan hidupnya pada nilai-nilai duniawi, tetapi sekaligus ingin menikmati nilai-nilai surgawi—hal yang mustahil dan karena itu akhirnya mereka meninggalkan Tuhan untuk mengabdi dunia yang fana ini.

Akhirnya, kita jumpai mereka yang dengan segenap hati menyambut Injil Tuhan. Namun, mereka pun menghasilkan buah-buah yang berbeda-beda jumlah dan jenisnya, tergantung pada rencana Tuhan dan juga keterbukaan hati mereka. Merenungkan perumpamaan Yesus ini, termasuk orang seperti apakah kita?

Ya Tuhan, utuslah Roh-Mu yang kudus untuk menguasai seluruh hidupku sehingga aku mampu menghasilkan buah-buah yang berlimpah. Amin.


Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian



Bagikan

Selasa, 26 Januari 2010 Pw. St. Timotius dan Titus, Uskup

Selasa, 26 Januari 2010
Pw. St. Timotius dan Titus, Uskup

Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku.

Doa Renungan

Allah Bapa kami di surga, semoga kami dapat berpegang teguh pada harapan yang ditimbulkan oleh sabda-Mu. Semoga hidup kami ditandai iman mantap akan Dikau, yang menciptakan kami untuk hidup. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Kedua Samuel (6:12b-15.17-19)

"Daud dan segenap orang Israel mengarak tabut perjanjian dengan sorak-sorai."

Pada waktu itu Daud pergi mengangkut tabut Allah dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita. Setiap kali para pengangkat-pengangkat tabut Tuhan itu melangkah maju enam langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan. Dan Daud menari-nari di hadapan Tuhan dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan. Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut Tuhan itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala. Tabut Tuhan itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, di dalam kemah yang dibentangkan Daud untuk itu, kemudian Daud mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan Tuhan. Setelah Daud selesai mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, diberkatinyalah bangsa itu demi nama Tuhan semesta alam. Lalu dibagikannya kepada seluruh bangsa itu, kepada seluruh khalayak ramai Israel, baik laki-laki maupun perempuan, kepada masing-masing seketul roti bundar, sekerat daging, dan sepotong kue kismis. Sesudah itu pergilah seluruh bangsa itu, masing-masing ke rumahnya.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan
Ref. Siapakah itu raja kemuliaan? Tuhanlah raja kemuliaan.
Ayat. (Mzm 24:7.8.9.10)
1. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan!
2. Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan, yang jaya dan perkasa, Tuhan yang perkasa dalam peperangan!
3. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan!
4. Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Terpujilah Engkau, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:31-35)

"Barangsiapa melaksanakan kehendak Allah, dialah saudara-Ku."

31 Sekali peristiwa datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. 32 Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau." 33 Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?" 34 Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! 35 Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

Renungan


Dalam perikop ini—sepintas lalu—tampaknya Yesus menolak Maria, seperti tafsiran orang Kristen yang sesat. Suatu saat, seorang Katolik diserang dengan pertanyaan demikian: ”Mengapa kamu, orang-orang Katolik, menyembah Maria?” Orang Katolik itu pun menjawab dengan tenang: ”Dan mengapa kamu, ngakunya orang Kristen, tetapi berani menghujat Roh Kudus?”

Menghina Maria berarti menghujat Roh Kudus. Sebab, bukankah Roh Kudus sendiri memberi penghormatan sangat tinggi kepada Maria: ”Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: ’Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?’” (Luk 1:41–43).

Bagi orang yang berpikir sehat, jelaslah tidak mungkin Yesus melawan Perintah Allah sendiri yang bersabda: ”Hormatilah bapak dan ibumu.” Dalam kenyataannya,
Yesus sangat menghormati ibu-Nya. Mukjizat pertama dibuat-Nya justru atas permintaan Bunda Maria, walaupun belum saatnya (bdk. Yoh 2:1–11). Yang kedua, Ia menyerahkan ibu-Nya kepada murid yang dikasihi-Nya sewaktu Ia bergantung pada salib, bukti penghargaan-Nya kepada Bunda Maria (Yoh 19:25–27).

Sebagai orang Katolik, kita tidak menyembah Maria seperti tuduhan orang, melainkan menghormati Maria karena ia telah dipilih menjadi Bunda Yesus, Bunda Allah.

Bunda Maria, doakanlah aku kepada Yesus Putramu, sekarang dan sampai aku mati nanti. Amin.

Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian



Bagikan

Senin, 25 Januari 2010 Pesta Pertobatan St. Paulus

Senin, 25 Januari 2010
Pesta Pertobatan St. Paulus

Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, segala makhluk hidup, hanya hidup sementara waktu saja, dan segala hasil karya tangan kami takkan bertahan selamanya. Hanya kasih setia-Mu akan bertahan, cinta kasih-Mu yang tetap. Dampingilah kami agar tetap bertahan dalam pergantian zaman memperoleh hidup yang kekal. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Kisah Para Rasul (22:3-16)

"Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan berserulah kepada nama Tuhan, maka dosa-dosamu dihapuskan."

Pada waktu itu Paulus membela diri di hadapan orang-orang Yahudi, "Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini. Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara. Tentang hal itu baik Imam Besar maupun Majelis Tua-Tua dapat memberi kesaksian. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang terdapat juga di situ dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum. Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku. Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu. Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar. Maka kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu. Dan karena aku tidak dapat melihat oleh karena cahaya yang menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik. Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ. Ia datang berdiri di dekatku dan berkata: Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah! Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia. Lalu katanya: Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar. Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 827
Ref. Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil!
Ayat. (Mzm 117:1.2; Ul: Mrk 16:15)
1. Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
2. Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.


Bait Pengantar Injil PS 952
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Ayat. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap. (Yoh 15:16)

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (16:15-18)

"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil."

Sekali peristiwa Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka, "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus

Renungan

Kadang-kadang kita berpikir: Mengapa Tuhan membiarkan orang jahat terus hidup dan orang-orang yang memusuhi murid-murid Yesus juga dibiarkan terus hidup”. Kadang-kadang kita berpikir: ”Kalau aku jadi Allah, semua orang itu akan kutebas habis”. Syukurlah Allah tidak seperti kita. Dia mahamurah dan maha pengampun. Dia membiarkan Saulus hidup, tetapi terus menawarkan rahmat-Nya, sehingga suatu ketika Paulus tersentuh oleh rahmat dan bertobat lalu kemudian menjadi rasul besar.
Demikianlah dalam sejarah Gereja bahwa tokoh-tokoh besar dahulunya adalah pendosa-pendosa besar, misalnya Santo Agustinus, Santo Fransiskus Asisi, Santo Ignatius, dan lebih dekat dengan kita ialah Charles de Foucauld. Di dalam Injil, Yesus memberikan perumpamaan tentang lalang di ladang gandum dan Dia bersabda: ”Biarkan keduanya tumbuh bersama”.

Pertobatan seorang pendosa—lebih-lebih pendosa besar—menunjukkan kerahiman Allah Yang Mahabesar, yang tidak menghendaki seorang pun binasa, melainkan supaya setiap orang bertobat dan hidup. Kerahiman Allah menjadi harapan bagi kita untuk terus berharap kepada-Nya dan tidak pernah putus asa Kita pernah tidak luput dari dosa-dosa dan karena itu kita membutuhkan kerahiman Allah. ”Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi” (Mat 7:1). Oleh karena itu, marilah kita selalu menunjukkan kasih dan belas kasihan, supaya kita pun boleh mengalami kasih dan belas kasihan Allah sendiri.

Ya Tuhan, berilah aku hati yang penuh kerahiman dan pengampunan supaya dengan demikian, aku menghadirkan Engkau, Allah Yang Maharahim dan Maha Pengampun. Amin.

Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian



Bagikan

Bacaan Harian 25-31 Januari 2010

Bacaan Harian 25-31 Januari 2010

Senin, 25 Januari : Pesta Bertobatnya St. Paulus, Rasul (P).
Kis 22:3-16; atau Kis 9:1-22; Mzm 117:1-2; Mrk 16:15-18.
Kata-kata Yesus tegas: siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi yang tidak percaya akan dihukum. Bersyukurlah kita atas iman dan rahmat pembaptisan yang boleh kita terima. Namun, tentu saja menjadi suatu pertanyaan: apakah kita sudah hidup sebagai orang yang percaya dan bertobat?

Selasa, 26 Januari : Peringatan Wajib St. Timotius dan Titus, Uskup (P).
2Sam 6:12b-15.17-19; Mzm 24:7-10; Mrk 3:31-35.
’Saudara’ bagi Yesus bukanlah membatasi diri pada hubungan darah, melainkan semua orang yang melakukan kehendak Allah. Maka, marilah kita juga bersaudara dengan semua orang yang berkehendak baik, apa pun agama dan ideologinya, untuk bersatu memajukan kehidupan yang lebih baik dan bernilai di tengah masyarakat.

Rabu, 27 Januari : Hari Biasa Pekan III (H).
2Sam 7:4-17; Mzm 89:4-5.27-30; Mrk 4:1-20.
Benih Sabda sudah ditabur. Hanya mereka yang sungguh mau mendengar dan menjalankannya yang akan menghasilkan buah-buah berlimpah bagi kehidupannya dan kemudian juga dirasakan oleh orang lain. Yesus menantikan buah-buah itu.

Kamis, 28Januari : Peringatan Wajib St. Thomas Aquino, Imam Pujangga Gereja (P).
2Sam 7:18-19.24-29; Mzm 132: 1-5.11-14; Mrk 4:21-25
Terang yang sudah kita miliki hendaknya sungguh dapat menuntun kita dalam menempuh jalan kehidupan ini. Di manapun kita berada, hendaknya terang itu tidak kita taruh di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, tetapi sungguh-sungguh kita gunakan. Memang tidak berarti semuanya menjadi lebih mudah, tetapi paling tidak arah hidup kita menjadi semakin jelas.

Jumat, 29 Januari : Hari Biasa Pekan III (H).
2Sam 11:1-4a.5-10a.13-17; Mzm 51:3-7.10-11; Mrk 4:26-34.
Kita tidak tahu bagaimana hidup kita berkembang sampai menjadi seperti saat ini. Dalam suatu proses panjang dengan segala peristiwa jatuh-bangun, kenyataannya kita bertahan sampai keadaan yang sekarang. Satu hal yang pasti, Tuhan berkarya sesuai rancangannya. Maka, patutlah kita syukuri rahmat yang boleh kita peroleh dalam kehidupan ini.

Sabtu, 30 Januari : Hari Biasa Pekan III (H).
2Sam 12:1-7a.11-17; Mzm 51:12-17; Mrk 4:35-41.
Dalam mengarungi kehidupan ini, kita sering menempatkan Yesus di buritan kapal kita dan membiarkan-Nya tertidur. Padahal, kalau saja Yesus kita minta sebagai pengemudi kapal kita, maka kita bisa duduk tenang di tengah badai sebesar apa pun. Ayo, bangunkan Dia dan minta Dia menjadi pengemudi kapal.

Minggu, 31 Januari : Hari Minggu Biasa IV (H).
Yer 1:4-5.17-19; Mzm 71:1-4a.5-6ab.15ab.17; 1Kor 12:31 - 13:13 (1Kor 13:4-13); Luk 4:21-30.
Selama pikiran kita terus berkutat dengan kepentingan-kepentingan kita sendiri, selama itu pula rahmat Tuhan yang akan dicurahkan kepada kita tak dapat masuk dan meresap ke dalam hidup kita. Begitulah yang terjadi pada orang-orang di tempat asal Yesus. Mereka sibuk memikirkan Yesus yang mereka kenal sebagai seorang biasa. Akibatnya, mereka bukan saja menolak Yesus, tetapi mereka juga menolak rahmat Tuhan yang dibawa oleh Yesus untuk hidup mereka.

Bagikan

Minggu, 24 Januari 2010 Hari Minggu Biasa III

Minggu, 24 Januari 2010
Hari Minggu Biasa III

MENEMUKAN PEGANGAN HIDUP

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahamurah, bukalah hati kami, agar dapat menangkap sabda-Mu, sehingga karena dikuatkan oleh Roh-mu kami mampu melaksanakan tugas cinta kasih dengan nyata. Jadikanlah kami pelaksana-pelaksana sabda-Mu berkat semangat persaudaraan dan pertobatan. Maka akan terwujudlah kiranya kerajaan-mu di tengah-tengah kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nehemia (8:2-4a.5-6.8-10)

"Kitab Taurat dibacakan dengan jelas, sehingga pembacaan dimengerti."

Pada hari pertama bulan ketujuh Imam Ezra membawa kitab Taurat ke depan jemaat, yakni baik laki-laki maupun perempuan dan setiap orang yang dapat mendengar dan mengerti. Ia membacakan beberapa bagian dari kitab itu di halaman di depan pintu gerbang Air dari pagi sampai tengah hari di hadapan laki-laki dan perempuan dan semua orang yang dapat mengerti. Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab Taurat itu. Ezra, ahli kitab itu, berdiri di atas mimbar kayu yang dibuat untuk peristiwa itu. Ezra membuka kitab itu di depan mata seluruh umat, karena ia berdiri lebih tinggi dari semua orang itu. Pada waktu itu ia membuka kitab itu semua orang berdiri. Lalu Ezra memuji Tuhan, Allah yang mahabesar, dan semua orang menyambut dengan, "Amin, amin!" sambil mengangkat tangan. Kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah kepada Tuhan dengan muka sampai ke tanah. Bagian-bagian dari kitab itu, yakni Taurat Allah, dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga pembacaan dimengerti. Lalu Nehemia, yakni kepada daerah itu, dan imam Ezra, ahli kitab itu, dan orang-orang Lewi yang mengajar orang-orang itu, berkata kepada mereka semuanya, "Hari ini adalah kudus bagi Tuhan Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!" karena semua orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat taurat itu. Lalu berkatalah ia kepada mereka, "Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena Tuhan itulah perlindunganmu!"
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS. 853
Ref. Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan.
Ayat.
(Mzm 19:8.9.10.15, R:6:63c)
1. Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa. Peraturan Tuhan itu teguh, memberi hikmat kepada orang bersahaja.
2. Titah Tuhan itu tepat, menyuka-kan hati. Perintah Tuhan itu murni, membuat mata berseri.
3. Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya.

Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepadau umat di Korintus (12:12-30) (12:12-14.27)

"Kamu semua adalah tubuh Kristus dan masing-masing adalah anggotanya."

Saudara-saudara, seperti halnya tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota. Andaikata kaki berkata: "Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Dan andaikata telinga berkata: "Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman? Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya. Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh? Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh. Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak membutuhkan engkau." Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: "Aku tidak membutuhkan engkau." Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus. Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil PS. 956
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya
Solis:
Tuhan mengutus Aku memaklumkan Injil kepada orang yang hina dina, dan mewartakan pembebasan kepada orang tawanan. (Luk 4:18-19)

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (1:1-4; 4:14-21)

"Pada hari ini genaplah nas Kitab Suci ini."

Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.
Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia. Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.


Rekan-rekan yang budiman!

Pada hari Minggu Biasa III/C tanggal 21 Januari 2007 ini dibacakan Luk 1:1-4; 4:14-21 yang didahului Neh 8:3-5a.6-7.9-11 dan 1 Kor 12:12-30. Berikut ini beberapa pokok yang dapat membantu memahami bacaan-bacaan itu.

IBADAT TAURAT DAN MUNCULNYA UMAT TUHAN

Suatu bentuk baru ibadat berkembang dalam masa setelah pembuangan. Unsur utamanya ialah pembacaan Taurat beserta penjelasannya. Ibadat ini lain dari ibadat kurban yang cenderung dipusatkan di Bait Allah di Yerusalem. Pada zaman pembuangan sulit meneruskan ibadat kurban karena Bait Allah runtuh dijarah. Selama masa itu lambat laun berkembanglah ibadat sabda. Ketika Bait Allah dibangun kembali dan ibadat kurban dapat dilakukan lagi, ibadat sabda tetap diteruskan dan bahkan menjadi ibadat yang makin penting dalam masyarakat Yahudi. Bacaan yang dipakai dalam ibadat itu berupa hukum-hukum adat dan agama, cerita-cerita mengenai para leluhur, peraturan-peraturan hidup bersama. Semuanya ini kemudian disusun kembali di kalangan para imam (seperti tokoh Ezra dalam bacaan pertama) dalam ujud Taurat atau kelima Kitab Musa yang memuat serangkai kisah para Bapa Bangsa (Abraham, Ishak, Yakub dan keturunannya), kisah keluaran dari Mesir, kumpulan hukum Sinai, dan perjalanan di padang gurun sebelum memasuki tanah terjanji. Petikan-petikan dari Taurat dibacakan dan dijelaskan di dalam ibadat. Oleh karenanya Taurat akhirnya menjadi kitab yang dikeramatkan. Dikisahkan dalam Neh 8:10-11 bagaimana para pemimpin mengajak umat bersuka cita merayakan pembacaan Taurat. Ibadat seperti ini kemudian dilakukan tiap hari Sabat di sinagoga atau rumah ibadat di mana saja. Setelah bacaan dan penjelasan Taurat menyusul uraian berdasarkan tulisan-tulisan lain yang lambat laun juga diterima sebagai bacaan keramat seperti halnya kitab para nabi. Luk 4:14-21 mencerminkan ibadat Sabat seperti ini. Lukas menceritakan bagian ibadat sehabis petikan dari Taurat dibacakan dan dijelaskan. Dalam kesempatan itu salah seorang dari umat, yakni Yesus, maju untuk membacakan Yes 61:1-2 dan menerapkan nubuat itu kepada dirinya.

Dapat dikatakan, orang Yahudi baru mulai menjadi umat Tuhan setelah mengalami pembuangan. Sebelumnya orang lebih menyadari diri sebagai warga "bangsa terpilih". Semua unsur kehidupan dibawahkan pada keyakinan ini. Kesadaran religius mereka juga bertumpu pada hal itu. Pukulan sejarah meruntuhkan gagasan ini. Selama pembuangan tokoh-tokoh mereka makin menyadari bahwa gagasan sebagai "bangsa terpilih" perlu ditafsirkan kembali secara rohani sebagai "umat terpilih". Pengalaman hidup di tengah-tengah bangsa-bangsa lain membuat gagasan itu berkembang menjadi "umat yang dikasihi", umat yang dikhususkan berkat Taurat. Dalam inspirasinya yang asli, Taurat mengungkapkan pengalaman meniti jalan untuk membangun hidup bersama atas dasar pelbagai kesetujuan ("hukum-hukum") yang direstui Tuhan. Bagi orang Yahudi Taurat bukanlah sekumpulan hukum dan aturan semata-mata, melainkan ajaran kehidupan. Memang ada kelompok-kelompok yang cenderung menafsirkannya secara ketat sebagai aturan-aturan belaka. Tafsiran itu membuat Taurat menjadi layu dan tidak membuahkan kehidupan batin. Dalam Perjanjian Baru, kaum Farisi digambarkan sebagai satu kelompok seperti itu. Acap kali mereka berhadapan dengan Yesus dan murid-muridnya yang mau menghayati Taurat sebagai ajaran kehidupan.

KABAR GEMBIRA DARI RUMAH IBADAT DI NAZARET

Injil hari Minggu ini menggabungkan pengantar Injil Lukas (Luk 1:1-4) dengan peristiwa Yesus mengajar di sinagoga di Nazaret (Luk 4:14-21). Dari bagian pengantar, jelaslah Injil Lukas ditulis bagi orang yang sudah pernah mendengar mengenai Yesus dan berminat mengenalnya lebih jauh walaupun belum amat yakin akan keistimewaan tokoh ini. Lukas memeriksa dengan seksama bahan-bahan yang diperoleh dari para saksi mata dan para pekabar pertama dan kemudian menyusunnya kembali secara runtut agar pembacanya - Teofilus - sampai kepada kebenaran. Nama itu berarti "yang penuh minat akan hal-hal yang Ilahi", maksudnya, orang yang ingin mengenali kehadiran Tuhan. Teofilus ialah kita-kita ini juga.

Bacaan Injil hari ini ditempatkan Lukas langsung sesudah peristiwa Yesus dicobai di padang gurun. Di sana ia menangkal pengaruh Iblis dengan kata-kata keramat dari Taurat (Luk 4:4 [=Ul 8:3]; ayat 8 [=Ul 6:3]). Juga ketika Iblis mau menyalahgunakan sabda ilahi (ayat 10-11 [=Mzm 91:11-12]), Yesus membungkamnya dengan firman ilahi dari Taurat (ayat 12 [=Ul 6:16]). Setelah peristiwa ini Lukas meneruskan kisahnya dengan mengatakan bahwa "dalam kuasa Roh" Yesus kembali ke Galilea (Luk 4:14). Di wilayah itu kemudian tersiar kabar mengenai dia yang mengajar di sinagoga-sinagoga. Ini buah pertama dari keteguhannya mempercayai sabda ilahi.

Pada suatu hari Sabat Yesus mengikuti ibadat di sinagoga di Nazaret. Sesudah bagian upacara pembacaan Taurat dan penjelasannya selesai, Yesus tampil dengan memperkenalkan diri sebagai yang dinubuatkan nabi Yesaya (Yes 61:1-2), yakni Mesias membawakan kabar baik kepada orang-orang "miskin" (ay. 18-19). Dalam bahasa Lukas, "orang-orang miskin" ialah mereka yang menderita kekurangan dalam hidup ini, terutama kekurangan material yang juga mengakibatkan kemelaratan batin. Dan sering mereka tidak menyadarinya.

Apa isi kabar baik kepada orang-orang ini? Baiklah ditilik terlebih dahulu suasana setelah nubuat Yesaya itu dibacakan (ayat 20). Lukas menyebut semua seluk beluknya. Yesus menutup gulungan, memberikannya kembali kepada petugas, duduk, sementara itu mata semua orang mengikuti setiap gerak-geriknya dan ketika perhatian orang-orang terpaku, mulailah Yesus memberikan pengajaran. Ia berkata (ayat 21), "Pada hari ini, sewaktu kalian dengarkan, ayat-ayat Kitab Suci ini tergenapi!" Ia menjelaskan siapa dirinya (Yang Diurapi, Mesias), kepada siapa ia datang ("kaum miskin", yakni orang-orang yang butuh kabar gembira), tiga tugas utamanya: membuat orang dapat kembali kepada Tuhan (tadinya "tawanan" sekarang bebas) sehingga dapat memandangi kehadiranNya (tadinya "buta") dan membuat hati dan pikiran orang lega (tadinya "tertindas"). Dia itu pembawa berita gembira bahwa "tahun rahmat sudah datang". Dalam tahun rahmat inilah ia hidup di tengah-tengah orang banyak, memberitakan Kerajaan Allah, menghidupkan harapan, menyembuhkan, mengusir setan, memilih murid-murid agar makin banyak orang dapat dilayani. Kehadiran Yesus di antara orang-orang zamannya membuat orang melihat bahwa Tuhan bersedia berada di tengah-tengah manusia. Inilah kabar gembira yang disampaikan kepada orang banyak. Kehadiran orang yang berhasil mengalahkan pengaruh yang jahat, kehadiran orang yang direstui Roh Tuhan sendiri, kehadiran yang memperkaya hidup kita.

MENEMUKAN PEGANGAN HIDUP

Bacaan Injil menunjukkan bagaimana setelah mengalahkan cobaan, Yesus menemukan dirinya makin mampu membawakan Tuhan kepada orang banyak. Juga dalam bacaan pertama terlihat bagaimana umat menemukan diri dekat dengan Tuhan setelah mengalami cobaan besar selama pembuangan. Menemukan diri memberi kegembiraan dan kekuatan. Bukan berarti semuanya akan serba beres. Umat Perjanjian Lama masih akan menghadapi macam-macam persoalan. Masih ada ketegangan dan perpecahan. Tetapi mereka kini memiliki pegangan, yakni Taurat. Juga Yesus segera akan menghadapi ketidakpercayaan orang-orang, bahkan dari orang-orang yang paling dekat dengannya. Tetapi ia mempunyai pegangan. Ia sadar ia diutus Tuhan menghadirkan rahmat. Dan ia hidup untuk itu.

Dalam mengikuti Yesus Kristus, kaum beriman juga dapat makin menemukan diri, baik sebagai orang perorangan maupun sebagai umat. Mengikuti Yesus berarti ikut serta di dalam kehidupannya. Inilah yang menjelaskan mengapa tiap orang memperoleh karunia Roh. Dengan mengikuti cara bicara Paulus dalam bacaan kedua (1 Kor 12:12-30), karunia-karunia dari Roh yang satu itu membangun satu tubuh. Dalam bagian sebelumnya yang dibacakan hari Minggu yang lalu ditegaskan bahwa karunia sejati membangun kesejahteraan bersama, bukan kebesaran orang-perorangan. Pada bagian awal bacaan hari ini ditekankan bahwa karunia ini memungkinkan orang melampaui batas-batas alamiah, seperti kelompok etnik (Yahudi atau Yunani) atau batas-batas sosial (budak atau merdeka), dan seperti diutarakan selanjutnya, perbedaan itu malah mengurangi kecenderungan orang untuk merasa paling penting, paling dibutuhkan dan menonjol-nonjolkan diri. Bila orang dengki dan curiga karena kelompok lain bukan dari "golongan kami", orang boleh mulai bertanya-tanya, mungkin karunia Roh Kristus belum diterima dengan baik.

Kita juga sedang dalam Pekan Doa Sedunia bagi Persatuan Umat Kristen. Warta Paulus tadi dapat membuat orang makin menghargai keragaman yang asalnya dari Roh yang satu. Keyakinan serta kegembiraan diajak hidup dalam Roh ini membekali orang untuk menghadirkan rahmat di tengah-tengah umat manusia, seperti Yesus sang Mesias sendiri. Inilah kekayaan yang menyatukan semua pengikut Kristus.


Salam hangat,
A. Gianto


Bagikan

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy